
Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan transportasi, enam murid SMP Negeri 1 Cilacap mengembangkan sebuah inovasi berbasis Arduino yang dirancang untuk memantau keseimbangan muatan truk logistik guna membantu mengantisipasi risiko kecelakaan di jalur Jeruklegi, Cilacap. Gagasan tersebut mengantarkan tim Spensa meraih Silver Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026, yang diselenggarakan secara online pada 6–9 Oktober 2026 oleh International Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan FMIPA Universitas Indonesia.
Penelitian berjudul “SIMBA-C: Arduino-Based Cargo Load Balance Monitoring System for Logistics Trucks to Mitigate Accidents on the Jeruklegi Cilacap Route” ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni pentingnya keseimbangan muatan kendaraan logistik dalam mendukung keselamatan berkendara.
Melalui pemanfaatan teknologi Arduino, tim berupaya mengembangkan sistem pemantauan yang dapat membantu mengenali kondisi distribusi muatan kendaraan. Inovasi ini menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan nyata, sekaligus menunjukkan bahwa ide penelitian dapat tumbuh dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Tim peneliti SMP Negeri 1 Cilacap terdiri atas Athallah Faeyza S (VIII A), Kenzie Razzan A (VIII E), Ignatius Fausta W (VIII A), Dania Kamaratih P (VIII H), Ardea Pitaloka (VIII A), dan Raissa Naila S (VIII A). Keenam murid tersebut membawa gagasan lokal ke ajang kompetisi internasional melalui penelitian yang memadukan teknologi, pemecahan masalah, dan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Pemilihan jalur Jeruklegi, Cilacap, sebagai fokus penelitian memberikan konteks nyata bagi pengembangan SIMBA-C. Para murid berupaya menghubungkan pembelajaran sains dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemantauan muatan kendaraan logistik. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa penelitian murid tidak harus berhenti pada konsep di ruang kelas, tetapi dapat diarahkan untuk mengeksplorasi solusi atas tantangan di sekitar mereka.
Raihan Silver Medal di ISIF 2026 menjadi pencapaian membanggakan bagi SMP Negeri 1 Cilacap. Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kreativitas murid dalam mengembangkan gagasan teknologi, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan menerapkan pengetahuan untuk memecahkan masalah.
Keberhasilan tersebut diharapkan semakin mendorong budaya riset dan inovasi di lingkungan sekolah. Murid didorong untuk berani mengajukan pertanyaan, menguji gagasan, dan menghasilkan karya yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat.
Selamat kepada Athallah Faeyza S, Kenzie Razzan A, Ignatius Fausta W, Dania Kamaratih P, Ardea Pitaloka, dan Raissa Naila S atas raihan Silver Medal di ISIF 2026. Semoga pencapaian ini menjadi langkah berharga untuk terus berkarya, mengembangkan inovasi, dan mengharumkan nama SMP Negeri 1 Cilacap di tingkat internasional.
